Dari atas Gunung, Ust Hanan Attaki bersama Ciomy Gaungkan Semangat Berbagi dalam Momen Qurban

Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi momen penuh makna bagi brand makanan ringan Ciomy. Bersama Ustadz Hanan Attaki dan komunitas Pesan Trend, Ciomy ikut ambil bagian dalam kegiatan ibadah qurban yang berlangsung di kawasan alam pegunungan yang sejuk dan asri. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pesan Trend tersebut menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan antara relawan, santri, komunitas hijrah, hingga para partner yang turut mendukung kegiatan sosial dan keumatan. Dalam kesempatan itu, keluarga besar Ciomy ikut berpartisipasi dalam penyembelihan hewan qurban sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama. Tidak hanya hadir sebagai brand, Ciomy ingin menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui unggahan resminya, Ciomy menyampaikan bahwa ibadah qurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat rasa syukur, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. “Semoga setiap hewan qurban yang kita persembahkan menjadi berkah, menumbuhkan rasa syukur, dan menguatkan semangat kita dalam menebar manfaat bagi sesama,” tulis Ciomy dalam keterangannya. Kegiatan qurban bersama Ust Hanan Attaki ini juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara brand dan gerakan sosial keagamaan mampu menghadirkan energi positif di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Pesan Trend sendiri dikenal sebagai kawasan pendidikan dan pembinaan anak muda yang aktif menghadirkan kegiatan dakwah kreatif, sosial, dan pemberdayaan komunitas. Berlokasi di kawasan pegunungan dengan nuansa alam yang menenangkan, tempat ini menjadi simbol perjalanan hijrah dan pembelajaran hidup yang dekat dengan alam serta nilai spiritualitas. Partisipasi Ciomy dalam kegiatan tersebut mendapat banyak respons positif dari masyarakat dan pengguna media sosial. Banyak yang menilai langkah ini memperlihatkan sisi humanis sebuah brand yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga peduli terhadap nilai sosial dan kebermanfaatan. Dengan semangat #TemanMenaklukkanDunia, Ciomy ingin terus hadir menemani perjalanan masyarakat Indonesia, bukan hanya melalui produknya, tetapi juga lewat aksi nyata yang membawa dampak positif dan inspirasi kebaikan. Reporter (Redho)
Ciomy Konsisten Mendukung Dakwah, Dukung Yuk Ngaji Hadirkan ITTIBA’ Reconnect With Rasulullah

SURABAYA – Viraltimes.id, Ribuan peserta dari berbagai daerah memadati Grand City Convention Surabaya pada Sabtu (13/6/2026) dalam gelaran ITTIBA’ Reconnect With Rasulullah, sebuah pertunjukan dakwah kreatif yang diselenggarakan oleh komunitas Yuk Ngaji. Acara ini menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui perpaduan storytelling, art performance, visual multimedia, dan penyampaian sejarah perjalanan Rasulullah Muhammad ﷺ yang dikemas secara inspiratif dan menyentuh hati. Menghadirkan Ustadz Felix Siauw sebagai salah satu pengisi utama, ITTIBA’ tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk kembali memperkuat hubungan spiritual dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ melalui pendekatan yang dekat dengan generasi masa kini. Dalam gelaran tersebut, dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting terselenggaranya acara dengan antusiasme tinggi. Salah satunya datang dari Ciomy, yang selama ini dikenal konsisten membersamai berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Bagi Ciomy, mendukung kegiatan dakwah bukan sekadar partisipasi dalam sebuah acara, melainkan bagian dari kontribusi nyata dalam menghadirkan lebih banyak ruang kebaikan bagi umat. Komitmen tersebut terlihat dari keterlibatan dan dukungan yang terus diberikan pada berbagai program dakwah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Ketika dakwah disampaikan dengan cara yang baik, kreatif, dan menyentuh hati, maka pesan-pesan Islam akan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Karena itu, kegiatan seperti ITTIBA’ menjadi salah satu ikhtiar penting dalam menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah ﷺ di tengah kehidupan modern,” ujar salah satu peserta yang hadir dalam acara tersebut. Melalui tema “Reconnect With Rasulullah”, para peserta diajak menelusuri kembali perjalanan hidup Rasulullah ﷺ, mulai dari masa kelahiran, perjuangan dakwah, berbagai tantangan yang dihadapi, hingga warisan nilai dan akhlak yang terus relevan sepanjang zaman. Penyampaian yang dikombinasikan dengan unsur seni pertunjukan membuat pesan dakwah terasa lebih hidup dan membekas bagi para peserta. Komunitas Yuk Ngaji sendiri selama ini dikenal aktif menghadirkan berbagai program dakwah kreatif yang menyasar kalangan muda dan keluarga Muslim. Dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Yuk Ngaji terus berupaya menghadirkan ruang belajar Islam yang nyaman, inspiratif, dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran ribuan peserta di Surabaya menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki semangat yang besar untuk belajar dan mendekatkan diri kepada ajaran Islam. Antusiasme tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas dakwah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak yang peduli terhadap syiar Islam mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi umat. Dukungan yang diberikan Ciomy terhadap kegiatan seperti ITTIBA’ juga menjadi contoh bagaimana dunia usaha dapat berperan aktif dalam mendukung gerakan-gerakan positif yang memberikan manfaat sosial dan spiritual bagi masyarakat. Melalui sinergi yang baik, dakwah tidak hanya menjadi tanggung jawab para dai dan komunitas, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih besar. Gelaran ITTIBA’ Surabaya akhirnya bukan sekadar menjadi sebuah acara, melainkan momentum untuk mengingat kembali teladan Rasulullah ﷺ, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. “Ketika umat terhubung kembali dengan Rasulullah ﷺ, maka akan lahir pribadi-pribadi yang lebih baik, keluarga yang lebih kuat, dan masyarakat yang lebih harmonis.” https://www.viraltimes.id/2026/06/ciomy-konsisten-mendukung-dakwah-dukung.html
Antusiasme dan Keseruan di Event Wirausaha

Antusiasme dan keseruan di event wirausaha Tonton lebih lanjut di: http://bit.ly/4gP8GHt
Bogor kota hujan.. Hujan keseruan karena malam ini ada WTF Live on Stage!! YUHUUUU 🥳✨

Bogor kota hujan.. Hujan keseruan karena malam ini ada WTF Live on Stage!! YUHUUUU 🥳✨ semoga setelah pertemuan ini kita bisa sama sama menjadi kontributor bukan hanya sekerar jadi penonton #KitaJalanLagi#Ciomy#TemanMenaklukkanDunia
BANYAK YANG NIKAH, TAPI GAK SIAP JADI PASANGAN

“Dalam sebuah diskusi bersama CIOMY, pasangan Bang Hawa dan Dena Haura berbagi soal kesiapan menikah — dari efek domino keputusan kecil hingga pentingnya kepercayaan dan tanggung jawab” Menikah kerap dibayangkan sebagai garis akhir, padahal justru di situlah rentetan tanggung jawab baru dimulai. Pesan itu mengemuka dalam sebuah diskusi bersama pasangan Bang Hawa dan Dena Haura, yang turut didukung oleh CIOMY. Keduanya, yang telah menempuh enam tahun pernikahan, menyoroti fenomena banyaknya orang yang siap menggelar akad tetapi belum benar-benar siap menjalani peran sebagai pasangan. Bang Hawa mengibaratkan pernikahan seperti butterfly effect — satu keputusan kecil bisa memicu dampak besar yang beruntun. Ia mencontohkan kebiasaan sepele seperti begadang menonton serial yang berujung telat bangun, gagal presentasi, hingga kehilangan pekerjaan. “Semua hal besar dalam hidup kita, baik atau buruk, adalah hasil dari pilihan-pilihan kecil,” ujarnya. Menurutnya, banyak orang hanya memikirkan efek langsung dari tindakannya, bukan efek dari efek yang terus merambat — sebagaimana perselingkuhan yang jarang terjadi tiba-tiba, melainkan lahir dari langkah-langkah kecil yang dibiarkan. Dari perjalanan pernikahan mereka, Dena menyebut dua fondasi terpenting: kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan, katanya, menjadi asas yang menentukan apakah peran suami sebagai pemimpin dan istri sebagai pendamping dapat berjalan selaras. Sementara tanggung jawab adalah inti dari kehidupan rumah tangga — soal memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta kesediaan memikulnya tanpa banyak mengeluh. Bang Hawa juga mengutip penulis The Subtle Art of Not Giving a F*ck, Mark Manson, yang menyimpulkan bahwa kebahagiaan justru tidak datang dari kebebasan tanpa batas, melainkan dari komitmen dan aturan yang dijalani dengan ridha. Dalam pandangan mereka, di sinilah keindahan Islam terletak: memberi kerangka yang jelas tentang peran, hak, dan kewajiban dalam berumah tangga. Terkait pembagian peran, Bang Hawa menyederhanakan kewajiban nafkah seorang suami menjadi tiga hal: makanan yang layak, pakaian sesuai musim, dan tempat berteduh — bukan yang serba mewah, melainkan yang mencukupi. Adapun peran perempuan, kata Dena, adalah sebagai pendukung. Namun ia menegaskan bahwa istri tetap boleh bekerja untuk membantu keluarga maupun mewujudkan mimpinya, selama mendapat ridha suami. Keduanya sepakat bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang diklaim, melainkan tumbuh dari rekam jejak dan dibuktikan lewat kejujuran. Kunci utamanya, menurut mereka, adalah kesamaan nilai — dan itu dibangun dengan belajar agama bersama. “Ketika kita punya value yang sama, akhirnya kita saling dukung, bukan saling menyalahkan,” pungkas Bang Hawa.
